Doa dan Percobaan

Pada tulisan saya kali ini ,saya ingin membahas tentang doa dan percobaan .dimana sering kali bila kita berdoa kita meminta terus dan terus lagi tanpa kita mau mengerti apa sebenarnya yang kita pinta dan apakah yang kita pinta itu benar dan selaras dengan kemauan Bapa kita di Surga.
kita mungkin masih ingat cerita di Alkitab mengenai Tuhan Yesus Kristus yang mengorbankan dirinya dan mati di kayu salib untuk menebus dosa kita semua,saya ingin menuliskan arti dari doa Tuhan Yesus di taman getsemani.
~ Matius 26:39~
‘Bapa,” kata-Nya, ”kalau boleh, jauhkanlah daripada-Ku penderitaan yang Aku harus alami ini. Tetapi jangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja.”
Kenapa Tuhan Yesus berdoa demikian padahal dia punya Kuasa untuk melewati dan menghalau kematianNya ?!,inilah contoh yang Tuhan Yesus berikan pada kita bahwa walaupun Tuhan Yesus punya kuasa untuk menghalau kematianNya tapi Iya tak melakukan itu karena Ia ingin melakukan Kehendak Bapa di Surga dan bagaimana dengan kita ?
~Yak 1:13 ~
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.
benar apay ang di tulis oleh Alkitab karena pada dasarnya kita di cobai oleh diri kita sendiri atau kemauan kita sendiri dan bukan oleh Allah .karena Allah tak pernah mencobai manusia mari kita renungkan sejenak betul ga sih Allah ga pernah mencobai manusia ?,saya akan mencoba mengasih 1 perumpaman dan semoga para pembaca mengerti :
di suatu tempat ada sepasang suami istri yang hidup berkecukupan dan mempunyai 1 orang anak perempuan dimana sang suami menginginkan seorang anak lelaki sebagai penerus dari keluarganya
tanpa dia syukuri kalau dia masih di kasih kepercayaan untuk mendapatkan seorang anak walaupun perempuan,dimana sang suami terus merasa belum cukup kalau belum mendapatkan anak laki-laki dimana dari hari ke hari perasaan ingin mendapat anak laki itu makin menyiksa dirinya dan harinya membuat dirinya jatuh sakit yang akhirnya membuat dirinya meninggal dunia.
Makna dari semua itu ialah bahwa kita manusia harus mengenal Puas
dan mau menerima apa yang kita terima dariNya dimana kita percaya Allah tak akan melupakan dan akan memberi kita yang terbaik.
samapi disini tulisan saya ini dan semoga bermanfaat…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s